We love to craft digital experiances for brands rather than crap and more lorem ipsums and do crazy skills
Untuk membangun rasa percaya diri dan keterampilan berbicara sejak usia dini, Taud Rabbani Depok mengadakan kegiatan bercerita di depan umum yang disebut dengan Zindani. Dengan tema “Cerita Favoritku”, setiap anak diberi kesempatan berdiri di depan Aula untuk membagikan cerita pendek yang mereka sukai. Ada yang menceritakan kisah hewan peliharaan, dongeng rakyat ,kisah Nabi, hingga pengalaman lucu bersama keluarga. Anak-anak juga diperbolehkan membawa alat peraga seperti boneka atau gambar untuk mendukung cerita mereka. Meski ada beberapa anak yang tampak gugup, mereka tetap berani mencoba. Guru dan teman-teman memberikan semangat dan tepuk tangan untuk setiap penampil. Beberapa anak bahkan tampil penuh ekspresi dan berhasil membuat pendengar tertawa atau terkesima.
Taud Rabbani Depok, yang terletak di Jl. Margonda kec.Pancoran Mas Kota Depok, memperkenalkan program ekstrakurikuler baru yang unik dan menarik, yaitu berkuda untuk anak-anak usia dini. Program ekstrakurikuler berkuda diadakan setiap hari Jumat pagi di halaman sekolah, dengan didampingi oleh instruktur profesional dan tenaga pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan motorik kasar anak, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengajarkan keberanian dan tanggung jawab dalam merawat hewan. Selama kegiatan berlangsung, setiap anak diberi kesempatan menaiki kuda yang jinak dan ramah. Mereka juga belajar dasar-dasar keselamatan saat berkuda serta bagaimana memperlakukan kuda dengan kasih sayang. Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi kegiatan favorit anak-anak, karena memberikan pengalaman baru yang berharga dan menyenangkan dalam masa tumbuh kembang mereka.
Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan kemandirian sejak dini, TK Rabbani Depok mengadakan kegiatan Market Day. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK A dan TK B, dengan semangat dan antusias tinggi. Dalam kegiatan ini, anak-anak dibimbing untuk menjual aneka produk seperti makanan ringan, minuman sehat, serta hasil karya buatan tangan seperti gelang, hiasan, dan stiker. Anak-anak berdiri di balik meja jualan mereka, melayani teman-teman dan orang tua yang datang membeli, sambil belajar menggunakan uang mainan yang telah disiapkan guru. Para orang tua turut berperan aktif, mulai dari membantu menyiapkan barang dagangan hingga mendampingi anak-anak saat proses jual beli. Meski sederhana, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Selain itu, para siswa juga diajak menghias stan jualan mereka dengan tema warna-warni yang menarik, yang semakin menambah semarak acara. Banyak anak yang terlihat percaya diri menawarkan dagangan mereka dengan senyum ceria.